Apa
itu pemetaan sosial?
•
Pemetaan Sosial adalah satu kegiatan
yang dilakukan untuk menemukenali kondisi sosial budaya masyarakat lokal atau
disebut juga sebagai kegiatan orientasi sosial dan wilayah.
•
Pemetaan sosial (social mapping)
didefinisikan sebagai proses penggambaran masyarakat yang sistematik serta
melibatkan pengumpulan data dan informasi mengenai masyarakat termasuk di
dalamnya profile dan masalah sosial yang ada pada masyarakat tersebut.
•
Pemetaan sosial dapat disebut juga
sebagai social profiling atau “pembuatan profile suatu masyarakat”, Netting,
Kettner dan McMurtry (1993),
•
“the process of assisting ordinary
people to improve their own communities by undertaking collective actions.”
•
pemetaan sosial sangat dipengaruhi oleh
ilmu penelitian sosial dan geography.
3
alasan utama mengapa para praktisi pekerjaan sosial memerlukan sebuah pendekatan
sistematik dalam melakukan pemetaan sosial:
•
Pandangan mengenai “manusia dalam
lingkungannya” (the person-in-environment) merupakan faktor penting dalam
praktek pekerjaan sosial, khususnya dalam praktek tingkat makro atau praktek
pengembangan masyarakat.
•
Pengembangan masyarakat memerlukan
pemahaman mengenai sejarah dan perkembangan suatu masyarakat serta analisis
mengenai status masyarakat saat ini.
•
Masyarakat secara konstan berubah
Kondisi
sosial budaya yang perlu ditemukenali dan atau perlu diorientasi
adalah mencakup beberapa kondisi sebagai berikut :
adalah mencakup beberapa kondisi sebagai berikut :
- Nilai-nilai apakah yang dianut oleh masyarakat secara dominan, yang mampu menggerakkan masyarakat
- Kekuatan-kekuatan sosial apakah yang mampu mendatangkan perubahan-perubahan sehingga masyarakat dapat berubah dari dalam diri mereka sendiri
- Seperti apa karakter dan karakteristik masyarakat, khususnya dalam menyikapi intervensi sosial
- Seperti apakah pola informasi, komunikasi yang terjadi di tengah masyarakat, baik penyebaran informasi maupun dalam kerangka pembelajaran
- Media-media seperti apakah dan sumber belajar apakah yang digunakan dan diyakini masyarakat sebagai sarana informasi dan pembelajaran
- Kekuatan-kekuatan sosial yang dominan di dalam kerangka perubahan sosial
- Faktor-faktor lingkungan apakah yang berpengaruh terhadap sikap dan perilaku masyarakat
TUJUAN
PEMETAAN SOSIAL
- Sebagai langkah awal pengenalan lokasi sasaran program dan pemahaman fasilitator terhadap kondisi masyarakat sasaran program
- Untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat sasaran program
- Sebagai dasar penyusunan rencana kerja yang bersifat taktis terhadap permasalahan yang dihadapi
- Sebagai acuan dasar untuk mengetahui terjadinya proses
- perubahan sikap dan perilaku pada masyarakat sasaran program
Obyek
Pemetaan
ü Tingkat
aksesibilitas lokasi desa/kelurahan
ü Letak
lokasi desa/kelurahan dari aspek geografis
ü Sarana
informasi yang dimiliki masyarakat
ü Penyebaran
atau konsentrasi masyarakat miskin
ü Kelompok-kelompok
sosial, termasuk di dalamnya kelompok perempuan dan kelompok-kelompok rentan
(janda, lansia, difabel, anak-anak)
ü Kegiatan
kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat
ü Hubungan
sosial antar kelompok (Relasi-relasi sosial)
ü Golongan
masyarakat menurut agama, aliran kepercayaan, aliran politik, kepentingan,
profesi, dll.
ü Jenis-jenis
profesi di kalangan masyarakat
ü Tingkat
mobilitas penduduk (baik mobilitas vertikal maupun mobilitas horizontal)
ü Media-media
informasi yang digunakan masyarakat, termasuk
media-media warga
ü Tanggapan
masyarakat terhadap program-program yang
diluncurkan pemerintah/non pemerintah
ü Keterlibatan
masyarakat dalam program-program yang diluncurkan
pemerintah/non pemerintah
ü Pemeliharaan
terhadap hasil-hasil program yang pernah diluncurkan pemerintah/non pemerintah
ü Forum yang biasa digunakan masyarakat untuk
menyikapi intervensi sosial
ü Kebiasaan-kebiasaan
masyarakat dalam pengambilan keputusan
ü Cara-cara
masyarakat menanggulangi masalah-masalah lingkungan fisik, masalah-masalah
sosial, budaya dan ekonomi masyarakat
ü Cara
dan kebiasaan masyarakat mengantisipasi dan menanggulangi bencana
Metode
Pengumpulan Data
•
Mengumpulkan data sekunder dengan cara
mengumpulkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan (dokumentasi) diambil dari
kelurahan, kecamatan, kabupaten dan atau sumber-sumber lainnya.
•
Mengumpulkan data primer dengan cara :
Ø Observasi
(pengamatan langsung):
terhadap kondisi-kondisi lingkungan fisik, lingkungan sosial, hubungan sosial,
kebiasaan-kebiasaan masyarakat setempat, dll.
Ø Diskusi
dengan
kelompok-kelompok masyarakat (Focus
Group Discussion)
Ø Wawancara
bersturktur maupun wawancara mendalam
terhadap anggota masyarakat yang dianggap mengetahui
informasi yang diperlukan
INSTRUMEN
YANG DIPERLUKAN
- Panduan Teknis tentang Metode engumpulan Data (Wawancara Terstruktur, Wawancara Mendalam, Observasi, dan FGD)
- Format isian data sesuai kebutuhan dalam proses pemetaan sosial.
- Format Laporan Hasil Pemetaan Sosial.
PENDEKATAN
PEMETAAN SOSIAL
•
Metode dan teknik pemetaan sosial yang
akan dibahas pada makalah ini meliputi survey formal, pemantauan cepat (rapid
appraisal) dan metode partisipatoris (participatory method) (LCC, 1977;
Suharto, 1997; World Bank, 2002).
Survey
Formal
•
Survey Rumahtangga Beragam-Topik
(Multi-Topic Household Survey). Metode ini sering disebut sebagai Survey
Pengukuran Standar Hidup atau Living Standards Measurement Survey (LSMS).
Survey ini merupakan suatu cara pengumpulan data mengenai berbagai aspek standar
hidup secara terintegrasi, seperti pengeluaran, komposisi rumah tangga,
pendidikan, kesehatan, pekerjaan, fertilitas, gizi, tabungan, kegiatan
pertanian dan sumber-sumber pendapatan lainnya.
•
Kuesioner Indikator Kesejahteraan Inti
(Core Welfare Indicators Questionnaire atau CWIQ). Metode ini merupakan sebuah
survey rumah tangga yang meneliti perubahan-perubahan indikator sosial, seperti
akses, penggunaan, dan kepuasan terhadap pelayanan sosial dan ekonomi.
•
Survey Kepuasan Klien (Client
Satisfaction Survey). Survey ini digunakan untuk meneliti efektifitas atau
keberhasilan pelayanan pemerintah berdasarkan pengalaman atau aspirasi klien
(penerima pelayanan).
Pemantauan
Cepat (Rapid Appraisal Methods)
•
Wawancara Informan Kunci (Key Informant
Interview). Wawancara ini terdiri serangkaian pertanyaan terbuka yang dilakukan
terhadap individu-individu tertentu yang sudah diseleksi karena dianggap
memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai topik atau keadaan di wilayahnya.
Wawancara bersifat kualitatif, mendalam dan semi-terstruktur.
•
Diskusi Kelompok Fokus (Focus Group
Discussion). Disikusi kelompok dapat melibatkan 8-12 anggota yang telah dipilih
berdasarkan kesamaan latarbelakang.
•
Wawancara Kelompok Masyarakat (Community
Group Interview). Wawancara difasilitasi oleh serangkaian pertanyaan yang
diajukan kepada semua anggota masyarakat dalam suatu pertemuan terbuka.
•
Pengamatan Langsung (Direct
Observation).
•
Survey Kecil (Mini-Survey). Penerapan
kuesioner terstruktur (daftar pertanyaan tertutup) terhadap sejumlah kecil
sample (antara 50-75 orang).
Metode Partisipatoris
•
Penelitian dan Aksi Partisipatoris
(Participatory Research and Action). Metode yang terkenal dengan istilah PRA
(dulu disebut Participatory Rural Appraisal) ini merupakan alat pengumpulan
data yang sangat berkembang dewasa ini. PRA terfokus pada proses pertukaran
informasi dan pembelajaran antara pengumpul data dan responden. Metode ini
biasanya menggunakan teknik-teknik visual (penggunaan tanaman, biji-bijian,
tongkat) sebagai alat penunjuk pendataan sehingga memudahkan masyarakat biasa
(bahkan yang buta huruf) berpartisipasi. PRA memiliki banyak sekali teknik,
antara lain Lintas Kawasan, Jenjang Pilihan dan Penilaian, Jenjang Matrik
Langsung, Diagram Venn, Jenjang Perbandingan Pasangan (Suharto, 1997; 2002;
Hikmat, 2001).
•
Stakeholder Analysis. Analisis terhadap
para peserta atau pengurus dan anggota suatu program, proyek pembangunan atau
organisasi sosial tertentu mengenai isu-isu yang terjadi di lingkungannya,
seperti relasi kekuasaan, pengaruh, dan kepentingan-kepentingan berbagai pihak
yang terlibat dalam suatu kegiatan.
•
Beneficiary Assessment.
Pengidentifikasian masalah sosial yang melibatkan konsultasi secara sistematis
dengan para penerima pelayanan sosial,
•
Monitoring dan Evaluasi Partisipatoris
(Participatory Monitoring and Evaluation). Metode ini melibatkan anggota
masyarakat dari berbagai tingkatan yang bekerjasama mengumpulkan informasi,
mengidentifikasi dan menganalisis masalah, serta melahirkan
rekomendasi-rekomendasi.
Tips praktis untuk fasilitator dalam melaksanakan
FGD:
Pemahaman
No comments:
Post a Comment